Skip to content
Artikel ini diterjemahkan otomatis oleh AI. Untuk versi definitif, baca dalam bahasa Inggris. Baca versi asli bahasa Inggris

Makanan

Starbucks Tutup Gerai di Tiongkok Usai Laporan Penggunaan Bahan Kedaluwarsa

Oleh Mei Ling Tan14 Desember 20211 menit
Starbucks Tutup Gerai di Tiongkok Usai Laporan Penggunaan Bahan Kedaluwarsa
Starbucks Tutup Gerai di Tiongkok Usai Laporan Penggunaan Bahan Kedaluwarsa
0:00 / 0:00

Jaringan kedai kopi asal AS, Starbucks, pada hari Senin menyatakan telah menutup dua gerainya di Tiongkok dan sedang melakukan penyelidikan setelah sebuah surat kabar milik pemerintah melaporkan bahwa gerai-gerai tersebut menggunakan bahan-bahan kedaluwarsa untuk membuat minuman, yang melanggar aturan keamanan pangan. Insiden tersebut terjadi di dua gerai yang berlokasi di kota Wuxi, Tiongkok timur.

“Kami menanggapi laporan media lokal ini dengan sangat serius, dan telah segera menutup kedua gerai bersangkutan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh,” ujar seorang juru bicara Starbucks.

“Sejak memasuki pasar Tiongkok daratan 22 tahun lalu, kami selalu berkomitmen untuk menerapkan standar keamanan pangan yang ketat dan mengadopsi ‘kebijakan toleransi nol’ terhadap masalah keamanan pangan. Kami menyambut baik pengawasan berkelanjutan dari insan media maupun masyarakat.”

Insiden ini menjadi topik terpopuler di platform media sosial mirip Twitter asal Tiongkok, Weibo, setelah laporan tersebut dipublikasikan.

Konsumen dan media Tiongkok kini semakin agresif dalam melindungi hak-hak konsumen serta memantau perilaku merek-merek besar, khususnya yang berasal dari luar negeri.

Beberapa target, seperti merek pakaian musim dingin asal Kanada, Canada Goose, yang mendapat keluhan terkait kebijakan pengembalian dana, telah dijatuhi teguran oleh pemerintah, sementara merek lokal Tiongkok seperti jaringan teh susu Nayuki juga tak luput dari perhatian publik.

Tiongkok merupakan pasar terbesar Starbucks di luar Amerika Serikat dengan 5.360 gerai per 3 Oktober, berdasarkan laporan keuangan terbaru perusahaan tersebut.

Salah satu gerai Starbucks menggunakan cairan matcha kedaluwarsa untuk membuat latte, sementara gerai lainnya menjual kue-kue yang seharusnya sudah dibuang.

Hingga Senin sore, topik mengenai laporan tanggapan Starbucks telah dilihat lebih dari 50 juta kali di Weibo. Para warganet menyampaikan kekecewaan sekaligus kekhawatiran atas masalah yang mungkin lebih meluas.

“Jika Starbucks saja seperti ini, toko-toko lain benar-benar membuat saya khawatir,” kata seorang pengguna Weibo bernama Revario. “Mereka mendapat pengawasan ketat karena merupakan merek asing.”

Ringkasan Mingguan

Ringkasan Ritel Asia

Wawasan mingguan tentang ritel, e-commerce dan merek konsumen di Asia.

Protected by a quick human check. No spam, ever.