Skip to content
Artikel ini diterjemahkan otomatis oleh AI. Untuk versi definitif, baca dalam bahasa Inggris. Baca versi asli bahasa Inggris

E-commerce

Lonjakan E-Commerce Vietnam: Penjualan Online Melambung Tiga Kali Lipat dari Pertumbuhan Ritel Tradisional

Oleh Mei Ling Tan29 Juli 20262 menit
Lonjakan E-Commerce Vietnam: Penjualan Online Melambung Tiga Kali Lipat dari Pertumbuhan Ritel Tradisional
Lonjakan E-Commerce Vietnam: Penjualan Online Melambung Tiga Kali Lipat dari Pertumbuhan Ritel Tradisional
0:00 / 0:00
Dalam artikel ini (3)

Selama paruh pertama tahun 2026, penjualan ritel online mengalami lonjakan signifikan, tumbuh lebih dari 40% secara tahunan (YoY) di platform e-commerce utama. Angka ini tiga kali lipat lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan sektor ritel Vietnam secara keseluruhan.

Marketplace Online Mengalami Pertumbuhan Pesat

Menurut laporan dari platform analitik data e-commerce, empat marketplace online serbakategori utama – Shopee, TikTok Shop, Lazada, dan Tiki – mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi bruto (GMV) antara 38–52%. Secara kolektif, platform-platform ini menampung 613.900 toko dengan total GMV mencapai VND291,6 triliun (US$11,07 miliar). Toko-toko tersebut menjual lebih dari 2,18 miliar produk, yang masing-masing menandai peningkatan sebesar 41% dan 12%. Rata-rata, konsumen menghabiskan sekitar VND1,6 triliun per hari untuk membeli 12 juta produk, dengan pengeluaran terbesar pada kategori kecantikan, fesyen, perlengkapan rumah tangga, bahan makanan dan makanan, serta peralatan rumah tangga.

Banyak merek telah memetik manfaat dari lonjakan e-commerce ini. Sebagai contoh, JBL, pengecer peralatan audio, melaporkan bahwa penjualannya di Lazada pada kuartal kedua meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampak Livestreaming dan Diskon

Pesatnya pertumbuhan ritel online sebagian disebabkan oleh maraknya belanja melalui livestreaming, yang telah menjadi saluran pembelian utama bagi pembeli online, mencakup 67% dari total pengeluaran online mereka. Selain itu, diskon sangat memengaruhi preferensi konsumen untuk berbelanja online dibandingkan toko fisik tradisional, dengan 82% konsumen menyebutkan diskon sebagai faktor kunci dalam keputusan pembelian mereka. Pembeli terdorong untuk segera melakukan pembelian berkat voucher eksklusif livestream dan promosi batas waktu terbatas.

Namun, peningkatan biaya komisi bagi penjual di Shopee dan TikTok Shop membuat sejumlah seller menaikkan harga jual mereka. Komisi Persaingan Nasional (National Competition Commission) telah meminta laporan dari platform-platform tersebut terkait dampak kenaikan biaya tersebut.

Pertanyaan & Jawaban

Apa yang mendorong pesatnya pertumbuhan penjualan ritel online?
Faktor-faktor seperti maraknya belanja via livestream, penawaran diskon, serta kemudahan pengiriman ekspres telah mendorong pertumbuhan pesat penjualan ritel online.

Bagaimana merek mendapatkan keuntungan dari lonjakan e-commerce ini?
Merek memperoleh lalu lintas pengunjung (traffic) yang tinggi dan menjangkau lebih banyak konsumen melalui saluran online, yang juga berfungsi sebagai platform efektif untuk kampanye promosi yang menyasar konsumen muda.

Bagaimana peningkatan biaya di platform e-commerce memengaruhi penjual?
Kenaikan biaya layanan di platform e-commerce seperti Shopee dan TikTok Shop menyebabkan beberapa penjual menaikkan harga produk mereka. Dampak dari kenaikan biaya ini saat ini sedang ditinjau oleh Komisi Persaingan Nasional.

Ringkasan Mingguan

Ringkasan Ritel Asia

Wawasan mingguan tentang ritel, e-commerce dan merek konsumen di Asia.

Protected by a quick human check. No spam, ever.