Teknologi
Telkom Tuntaskan Pemisahan Aset Jaringan InfraNexia Senilai $4,8 Miliar, Buka Jalan Bagi Peningkatan Layanan Konektivitas

Dalam artikel ini (3)
Telkom Indonesia telah mengungkapkan penyelesaian pemisahan dua tahap aset infrastruktur jaringan ke dalam anak perusahaan operasionalnya, InfraNexia. Seluruh transaksi bernilai Rp85,7 triliun (setara dengan USD 4,8 miliar) ini pertama kali diusulkan pada September 2025 dan mendapatkan persetujuan pemegang saham pada Desember tahun yang sama.
Rincian Tahapan
Tahap awal dari pemisahan ini diselesaikan pada Januari 2026. Hal ini melibatkan pengalihan lebih dari separuh infrastruktur jaringan serat optik Telkom, termasuk elemen yang berkontribusi pada segmen akses, agregasi, backbone, dan segmen pendukung lainnya, untuk meletakkan fondasi bagi aktivitas operasional InfraNexia. Pada tahap kedua, InfraNexia telah mengambil alih 90% aset infrastruktur jaringan dan portofolio bisnis Telkom, sehingga memperluas kapasitas operasionalnya.
Meskipun terjadi pemisahan, Telkom akan tetap mempertahankan 99,9% saham di InfraNexia, memungkinkannya beroperasi sebagai anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya yang menawarkan layanan konektivitas grosir (wholesale) netral. InfraNexia kini akan mengelola sekitar 112.000 km jaringan serat optik di seluruh Indonesia, dengan 26.000 km di antaranya merupakan kabel bawah laut domestik yang tersebar di seluruh nusantara.
Pengembangan Masa Depan
Lukman Hakim Abd. Rauf, Direktur Utama InfraNexia, menyampaikan bahwa dengan semakin terintegrasinya aset, perusahaan bertujuan untuk meningkatkan layanan utamanya, termasuk 5G backhaul, jaringan wholesale, dan FTTx, serta berbagi infrastruktur pasif. Lukman juga mengantisipasi bahwa kemajuan ini akan menyiapkan InfraNexia untuk mendukung ekspansi AI, layanan cloud, dan pusat data di Indonesia.
Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom, menegaskan bahwa pemisahan InfraNexia merupakan langkah signifikan untuk mempercepat transformasi bisnis Telkom Group sebagai bagian dari strategi TLKM 30. Strategi ini menargetkan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi seperti pusat data, menara, dan jaringan serat optik untuk merangsang peluang pertumbuhan baru di masa depan. Beliau menyampaikan keyakinannya bahwa pembentukan InfraNexia akan memungkinkan perusahaan untuk memberikan layanan yang lebih cepat, lebih andal, dan berkualitas unggul demi meningkatkan pengalaman pelanggan.
Pertanyaan & Jawaban
Berapakah nilai total transaksi dari pemisahan ini?
Nilai total transaksi pemisahan ini adalah Rp85,7 triliun, yang setara dengan sekitar USD 4,8 miliar.
Apa fokus peningkatan InfraNexia setelah pemisahan ini?
InfraNexia berencana untuk memperkuat layanan utamanya, seperti 5G backhaul, jaringan wholesale, dan FTTx, di samping berbagi infrastruktur pasif.
Bagaimana InfraNexia akan mendukung pertumbuhan AI, layanan cloud, dan pusat data di Indonesia?
Dengan basis aset yang semakin terintegrasi dan infrastruktur jaringan yang kuat, InfraNexia siap menyediakan dukungan konektivitas dan infrastruktur yang diperlukan bagi pertumbuhan AI, layanan cloud, dan pusat data di Indonesia.