Keuangan
Stanchart Tunda Target Kinerja Saat Laba Melonjak

Standard Chartered pada hari Kamis menunda target return on tangible equity, meskipun mencatatkan kenaikan laba tahunan yang mengesankan. Pertumbuhan pendapatan tersebut berasal dari pasar-pasar utamanya.
Pemberi pinjaman tersebut membukukan laba sebelum pajak sebesar $3,71 miliar untuk tahun 2019, naik dari $2,55 miliar pada tahun 2018, menurut laporan kinerjanya. Kenaikan laba sebesar 45,5 persen ini berhasil menepis hambatan dari ketegangan perdagangan global dan aksi protes di Hong Kong.
Namun, angka ini sedikit di bawah rata-rata perkiraan analis sebesar $3,94 miliar yang dihimpun oleh bank tersebut.
Bank tersebut menyoroti bahwa target return on tangible equity sebesar 10 persen, yang sebelumnya ditetapkan untuk tahun 2021, akan ditunda. Pada bulan Oktober, pemberi pinjaman global ini menyatakan bahwa target tersebut menjadi semakin sulit dicapai di tengah memburuknya kondisi ekonomi global.
“Tantangan-tantangan ini diperkirakan bersifat sementara, tetapi kami sekarang percaya bahwa pencapaian target RoTE sebesar 10 persen akan memakan waktu lebih lama dari yang kami perkirakan sebelumnya,” katanya dalam laporan laba ke bursa saham.
Pengumuman hasil kinerja Stanchart ini muncul setelah bank pesaingnya, HSBC Holdings, memperingatkan kemungkinan kerugian pinjaman hingga $600 juta jika wabah virus berlanjut hingga paruh kedua tahun ini.
Bank tersebut menambahkan bahwa pihaknya telah menyetujui pembelian kembali (buyback) saham senilai hingga $500 juta, yang akan segera dimulai. Bank ini juga sedang mengkaji apakah akan melakukan pengembalian modal lebih lanjut setelah menyelesaikan penjualan sahamnya di bank Indonesia, Permata.