Teknologi
Singtel Hadapi Gangguan Berturut-turut: Jaringan Seluler Terbesar Singapura Bergulat dengan Masalah Koneksi

Dalam artikel ini (3)
Pada hari Selasa, pelanggan Singtel, penyedia jaringan seluler terbesar di Singapura, menghadapi masalah konektivitas selama dua hari berturut-turut. Gangguan ini menyusul pemadaman jaringan pada hari Senin yang berlangsung lebih dari delapan jam dan berdampak pada ribuan pengguna, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan signifikan bagi pelanggan serta memengaruhi layanan krusial seperti pembayaran, transportasi online, dan pengiriman makanan.
Singtel mengungkapkan bahwa “sebagian kecil” pelanggan mengalami masalah konektivitas, tetapi mengklarifikasi bahwa masalah tersebut tidak berkaitan dengan pemadaman pada hari Senin. Pada pukul 17.00 hari Selasa, konektivitas telah pulih kembali. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggannya.
Infocomm Media Development Authority (IMDA), dalam pernyataan resminya baru-baru ini, mengonfirmasi bahwa penyelidikan awal terhadap kedua insiden tersebut tidak menemukan bukti adanya masalah terkait serangan siber. Pihaknya menegaskan bahwa mereka memandang serius setiap gangguan layanan dan berjanji akan menyelidiki kedua insiden tersebut secara menyeluruh. IMDA juga memberikan peringatan keras bahwa mereka tidak akan ragu untuk mengambil tindakan regulasi yang tegas terhadap Singtel jika ditemukan adanya kelalaian.
Gangguan Sebelumnya dan Serangan Siber
Pada hari Senin, Singtel mengalami pemadaman jaringan parah yang berlangsung selama lebih dari delapan jam. Gangguan ini menyebabkan banyak pengguna Singtel melaporkan masalah pada layanan seluler mereka. Beberapa di antaranya bahkan tidak dapat melakukan pembayaran atau menggunakan data seluler untuk keperluan pekerjaan.
Bulan lalu, otoritas di Singapura melaporkan bahwa seluruh empat operator seluler utama, termasuk Singtel, telah menjadi sasaran serangan siber oleh UNC3886. Serangan ini, yang diungkapkan tahun lalu, memungkinkan para penyerang mengakses sistem krusial di operator seluler tersebut. Namun, tidak ada data sensitif pelanggan yang bocor.
Masalah Berkelanjutan dan Ketidakpuasan Pelanggan
Meskipun layanan telah dipulihkan, banyak pengguna Singtel dan GOMO melaporkan bahwa mereka masih belum dapat terhubung kembali pada hari Selasa. Mereka mengungkapkan kekecewaan atas lambatnya respons layanan pelanggan. GOMO merupakan sub-merek terjangkau milik Singtel.
Priscilla Wee, seorang ibu rumah tangga berusia 56 tahun, membagikan pengalamannya berulang kali mematikan dan menghidupkan kembali ponselnya serta memuat ulang e-SIM GOMO miliknya. Namun, upayanya sia-sia. Karena frustrasi, ia memutuskan saluran GOMO miliknya pada 17 Maret dan beralih ke StarHub. Ia menyatakan, “Faktor kepercayaan pada Singtel kini telah hilang.”
Aaron Ang, chief technology officer Cyber Leaders Nexus, sebuah perusahaan keamanan siber yang berbasis di Singapura, memberikan komentar terkait situasi ini. Ia menunjukkan bahwa teknisi yang merespons pemadaman besar sering kali mengambil langkah dengan memuat ulang sistem, mengalihkan lalu lintas jaringan, atau menerapkan perbaikan cepat. Tindakan pemulihan semacam itu dapat memberi beban pada bagian sistem lainnya atau mengungkap masalah tersembunyi, yang berpotensi memicu pemadaman kedua secara terpisah.
Pertanyaan & Jawaban
Apa penyebab gangguan Singtel baru-baru ini?
Pihak perusahaan menyatakan bahwa gangguan tersebut merupakan insiden yang tidak saling berhubungan dan tidak dikaitkan dengan masalah serangan siber.
Apa dampak dari gangguan ini?
Ribuan pengguna terdampak, dengan beberapa di antaranya tidak dapat menggunakan layanan esensial seperti pembayaran, transportasi online, dan pengiriman makanan, yang menyebabkan ketidaknyamanan signifikan.
Bagaimana sikap IMDA terhadap insiden ini?
Infocomm Media Development Authority memandang serius gangguan layanan ini, berjanji untuk menyelidiki kedua insiden secara menyeluruh, serta memperingatkan akan adanya tindakan regulasi yang tegas jika ditemukan kelalaian.