General
Meta Peringatkan Kemungkinan Penutupan Facebook dan Instagram di Eropa

Meta, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, memperingatkan bahwa perusahaan mungkin perlu menghentikan layanan Facebook, Instagram, serta produk dan layanan lainnya di Eropa jika tidak dapat memproses data pengguna di server berbasis AS maupun Eropa. Peringatan ini muncul setelah adanya perubahan undang-undang Eropa yang mengharuskan data pengguna disimpan dan diproses hanya di server Eropa.
Dalam sebuah laporan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Meta menyatakan bahwa transfer data antarnegara atau kawasan sangat 'krusial' bagi 'operasionalnya.' Meta juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika tidak dapat mentransfer data antara AS dan negara-negara di Eropa, hal tersebut dapat memengaruhi cara mereka menyediakan layanan saat ini serta kemampuannya dalam menargetkan iklan.
Eropa memiliki Standard Contractual Clauses (SCC) untuk transfer data internasional. Seperti yang disampaikan Meta dalam laporannya, pada Agustus 2020, perusahaan menerima draf keputusan dari Irish Data Protection Commission (IDPC) yang menyatakan bahwa transfer data Meta antara AS dan Eropa melanggar General Data Protection Regulation (GDPR) dan harus ditangguhkan.
Meskipun keputusan IDPC tersebut masih berupa draf, Meta menduga keputusan akhir dapat dikeluarkan pada paruh pertama tahun 2022. Menurut perusahaan, jika tidak lagi dapat mengandalkan SCC dan kerangka kerja transfer data baru tidak diperkenalkan, kekhawatiran tersebut akan menjadi kenyataan, dan Meta tidak akan dapat menawarkan banyak produknya di Eropa, termasuk Facebook dan Instagram. Hal ini, sebagaimana dinyatakan Meta, 'akan berdampak secara material dan merugikan' bisnis serta kondisi keuangannya.
Saat ini, peringatan Meta hanyalah sebuah kemungkinan di masa depan, dan bukan berarti pasti akan terjadi. Namun, bagaimana menurut Anda? Apakah Anda berpikir Meta memang benar-benar akan menutup platform Facebook dan Instagram di Eropa, ataukah Anda menganggap ini hanya gertakan belaka?