Otomotif
Mazda akan jadikan semua model berteknologi hibrida dan listrik pada awal 2030-an

Mazda Motor berencana menjadikan seluruh kendaraannya berbasis listrik, termasuk hibrida bensin, pada awal tahun 2030-an, seperti dilaporkan media Jepang pada Jumat, seiring makin banyaknya produsen otomotif menggeser strategi demi memenuhi regulasi emisi global yang kian ketat.
Produsen mobil asal Jepang tersebut berencana menggunakan motor listrik pada semua modelnya saat itu, demikian dilaporkan Kyodo News, tanpa menyebutkan sumber. Seorang juru bicara wanita Mazda menolak berkomentar mengenai laporan tersebut.
Saat ini, jajaran produk Mazda belum mencakup kendaraan listrik berbasis baterai sepenuhnya, meski memproduksi satu model hibrida, yaitu versi dari Mazda3.
Perusahaan menyatakan akan memperkenalkan teknologi powertrain listrik, termasuk kendaraan listrik (EV), mulai tahun 2019.
Untuk mengejar produsen otomotif lain yang lebih besar termasuk Nissan Motor, yang telah memasarkan mobil listrik, Mazda telah bermitra dengan Toyota Motor Corp untuk mengembangkan teknologi tersebut.
Sementara itu, Mazda juga telah mengembangkan mesin bensin ultra-efisien yang dapat digunakan pada mobil hibrida, dan berencana menerapkannya pada mobil-mobilnya mulai tahun 2019.
Saat memperkenalkan teknologi baru tersebut bulan lalu, CEO Mazda Masamichi Kogai mengatakan bahwa teknologi kendaraan bensin, diesel, dan listrik miliknya akan "berdampingan" di masa depan.
Produsen mobil yang juga berspesialisasi dalam mesin diesel efisiensi tinggi ini pada hari Kamis meluncurkan model CX-8 baru di Jepang, yang saat ini hanya tersedia dalam varian mesin diesel.
Produsen otomotif global lainnya juga berencana beralih dari mesin pembakaran internal menuju elektrifikasi dalam beberapa tahun ke depan.
Volvo Car Group pada bulan Juli menyatakan bahwa seluruh model barunya mulai tahun 2019 akan menggunakan motor listrik, sementara Volkswagen awal pekan ini mengumumkan bakal meluncurkan 80 mobil listrik baru di berbagai mereknya hingga tahun 2025.