Skip to content
Artikel ini diterjemahkan otomatis oleh AI. Untuk versi definitif, baca dalam bahasa Inggris. Baca versi asli bahasa Inggris

Makanan

Akhir Sebuah Era: Laurent Cafe & Chocolate Bar yang Ikonik di Singapura Ucapkan Perpisahan Setelah Dua Dekade Berdiri

Oleh Mei Ling Tan10 Agustus 20262 menit
Akhir Sebuah Era: Laurent Cafe & Chocolate Bar yang Ikonik di Singapura Ucapkan Perpisahan Setelah Dua Dekade Berdiri
Akhir Sebuah Era: Laurent Cafe & Chocolate Bar yang Ikonik di Singapura Ucapkan Perpisahan Setelah Dua Dekade Berdiri
0:00 / 0:00

Setelah dua dekade menyajikan cokelat artisanal di Singapura, Laurent Cafe & Chocolate Bar dijadwalkan akan menutup pintunya pada 10 Agustus mendatang akibat lonjakan biaya dan tekanan finansial. Pembuat cokelat ternama yang berbasis di Robertson Quay ini menyampaikan pengumuman tersebut melalui Facebook, yang menjadi hari penuh kesedihan bagi timnya. Awalnya, penutupan direncanakan pada hari pengumuman dibuat, namun hari terakhir operasinya kemudian disesuaikan menjadi 10 Agustus.

Laurent Cafe & Chocolate Bar didirikan pada tahun 2006 oleh koki pastry asal Prancis, Laurent Bernard, bersama istrinya, Iveta. Kafe mereka berperan penting dalam membentuk industri cokelat artisanal di Singapura, jauh sebelum merek cokelat spesialitas lokal menjadi populer. Kafe ini meraih popularitas berkat bonbon cokelat buatan tangan, soufflé, dan kue-kue lezat mereka.

Bernard mengungkapkan kepada media bahwa bisnisnya tidak lagi mampu menanggung beban keuangan untuk mengoperasikan kafe tersebut setelah diberi tenggat waktu satu minggu untuk mengosongkan tempat akibat tunggakan sewa. Perubahan kepemilikan gedung membawa tantangan tambahan bagi bisnis ini, karena pemilik bangunan yang baru meminta uang sewa satu tahun di muka. Penurunan jumlah pengunjung di kawasan Robertson Quay, ditambah dengan kenaikan biaya sewa, semakin memperberat kesulitan kafe tersebut.

Bernard mengungkapkan kesedihannya yang mendalam atas penutupan yang kian dekat ini, sembari menyatakan bahwa dampak emosionalnya jauh lebih besar daripada kerugian finansial mana pun. Ia mengapresiasi simpati yang ditunjukkan oleh para pelanggannya dan menyadari betapa berartinya kafe tersebut bagi banyak warga lokal. Meski kafe fisiknya tutup, Bernard mengonfirmasi bahwa merek Laurent Bernard Chocolatier akan tetap beroperasi secara daring, dengan opsi pengiriman dan pengambilan mandiri dari dapur pusat perusahaan di MacTaggart Road. Tanpa ada rencana dalam waktu dekat untuk membuka kafe baru, fokus Bernard akan beralih ke pengembangan bisnis daring.

Dalam berita terkait, Pantler, toko kue di River Valley yang terkenal dengan pastry dan hidangan penutup bergaya Jepang-Prancis, juga mengumumkan rencana penutupannya pada 30 Agustus, kecuali jika ada pemilik baru yang mengambil alih. Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan Instagram, di mana mereka mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan setia atas dukungan mereka selama 12 tahun terakhir. Lonjakan biaya operasional dan lingkungan bisnis yang menantang menjadi alasan utama di balik rencana penutupan tersebut.

Penutupan-penutupan ini menegaskan meningkatnya tekanan pada industri makanan dan minuman di Singapura, di mana lonjakan biaya dan menurunnya pengeluaran konsumen kerap menjadi masalah utama. Singapura mencatat 1.267 bisnis makanan tutup antara Januari dan April tahun ini, hampir separuh dari total jumlah penutupan yang tercatat sepanjang tahun sebelumnya.

Pertanyaan & Jawaban

Mengapa Laurent Cafe & Chocolate Bar tutup?
Lonjakan biaya dan tekanan finansial, dikombinasikan dengan penurunan jumlah pengunjung di kawasan Robertson Quay, memaksa kafe tersebut untuk tutup.

Apa yang akan terjadi pada merek Laurent Bernard Chocolatier?
Merek tersebut akan tetap beroperasi secara daring, dengan menyediakan opsi pengiriman dan pengambilan mandiri.

Apakah bisnis lain di sektor makanan dan minuman di Singapura juga menghadapi tantangan ini?
Ya, kenaikan biaya dan melemahnya daya beli konsumen dinilai sebagai tantangan utama dalam industri makanan dan minuman di Singapura, yang menyebabkan meningkatnya jumlah bisnis yang tutup.

Ringkasan Mingguan

Ringkasan Ritel Asia

Wawasan mingguan tentang ritel, e-commerce dan merek konsumen di Asia.

Protected by a quick human check. No spam, ever.